Minggu, 19 Desember 2010

MENGURAI TABIR PRAKTIKUM DIFAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI IAIN MATARAM

Praktikum Di Fakultas ini sudah berakhir sepekan yang lalu. Namun masih meninggalkan kesan yang tak enak didengar dari seluruh mahasiswa dilingkungan fakultas dakwah dan komunikasi IAIN Mataram. Karena sampai saat ini mahasiswa yang mengikuti praktikum tersebut masih belum bangga dengan praktikum yang diikuti.
Berangkat dari masalah praktikum yang setiap tahun bermasalah membuat tanda tanya besar bagi mahasiswa yang ada dilingkungan fakultas tersebut. Karena [raktim yang mereka lakukan belum memuaskan ketika mereka berada dilapangan (kesan mahasiswa yang praktikum). Seperti praktikum yang ada disemester 1 (satu) tentang komputer yang memiliki fasilitas yang tidak memadai membuat mereka enggan untuk mengikutinya serta pembimbing yang terkadang jarang masuk, praktikum yang ada disemester 3 (tiga) juga bermasalah dan begitu juga seterusnya.
Ini membuktikan kurang pedulinya pihak fakultas tterhadap nasip mahasiswanya. Yang terkadang ketika dikonfirmasi masalah praktikum selalu timbul keluhan terkait masalah minimnya anggaran praktikum, padahal setiap mahasiswa harus membayar 200 ribu rupiah. Namun apa yang terjadi, ketidak sesuian harapan yang diingginkan dengan yang mereka dapat. Tentu mereka semua bertanya. Kemana uang praktikum yang kita bayar,,,?
Ini merupakan pertanyaan yang mereka sampaikan selama ini. Namun itu terkadang kurang juga ditanggapi oleh pihak fakultas padahal kalau kita melihat dengan mata terbuka untuk biaya praktikum bukan terletak pada jumlah anggaran yang ada tetapi mutu serta manajemen praktikum yang menjadi acuannya. Terkadang praktikum yang sangat bagus tapi dosen yang gak ada. Ini tentu bertolak belakang terhadap keingginan mahasiswa dan kemauan dosen yang hanya menetapkan jadwal praktikum tanpa memikirkan jadwal dan waktu yang selalu bertabrakan dengan aktivitas yang lain sehingga jadwal kulia yang seharusnya berjalan dengan lancar selalu mendapat kendala.
Dari hasil wawancara dengan sebagain mahasiswa yang sedang melakukan praktikum dapat memberi sebuah kesimpulan bahwa :
Praktikum yang ada di fakultas dakwah dan komunikasi masih jauh dari harapan kebutuhan mahasiswa
Tempat praktikum yang jauh, sehingga membuat kalangan mahasiswa tidak bisa ikut
Pelaksanaan praktikum yang kurang efektif dikarenakan pendampingan dosen pimbimbing yang kurang.
Lokasi praktikum yang terkadang tidak sama dengan bigron fakultas.

Dari hasil tersebut penulis mencoba memberikan solusi dalam praktikum difakultas dakwah dan komunikasi IAIN Mataram antara lain :
Mengatur manajemen praktikum yang sesuai dengan mata kulia yang diprogramkan.
Mencari ruang praktikum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau lembaga terkait
Mengatur jadwal praktikum sesuai dengan waktu mata kulia yang di program
Ini merupakan langka awal yang harus dilakukan, sehingga mampu membawa mahasiswa dalam menjalani praktikum efektif dan efesien sesuai dengan keinginan dan harapan mahasiswa. Haparan ini tentu diingginkan oleh seluruh mahasiswa dilingkungan fakultas dakwah dan komunikasi IAIN Mataram dalam mengapai harapan sesuai dengan keinginan lapangan mereka bekerja.
Bukan hanya itu saja yang terkait dengan praktikum yang ada di fakultas dakwah dan komunikasi juga butuh tenaga yang professional dalam bidang sesuai dengan jurusan. Karena selama ini banyak dosen yang luar biasa di fakultas tersebut namun bukan pada bidang yang digeluti. Ibarat petani yang belajar nelayan. Sehingga materi yang ada mampu tersampaikan dengan baik apabila orang yang menekuni dalam bidang yang dipelajari ( bukan ejekan ).
Tentu hal tersebut merupakan kendala besar dalam kemajuan fakultas apabila tidak diimbangi dengan kapabilitas yang dimoliki oleh pengajar sehingga berdampak terhadap pembodohan ilmu yang diajarkan. Kasus ini menjadi bukti yang terjadi difakultas dakwah dan komunikasi IAIN Mataram. Namun hal itu mungkin tidak menjadi masalah apabila para dosen mampu menguasai materi yang diajarkan.
Mari berbenah demi kemajuan fakultas dakwah dan komunikasi kedepan, karena dilihat dari umur fakultas ini yang relatif muda mampu mengimbangi dengan fakultas lain yang ada di wilayah IAIN Mataram. Dan harapan penulis semoga dalam penempatan dosen atau karyawan difakultas dakwah dan komunikasi harus sesuai dengan pengetahun serta pendalaman yang dimiliki oleh pelamar sehingga tidak ada ketimpangan yang terjadi seperti sekarang ini.


Diposkan oleh ketua umum BEM fakultas dakwah dan komunikasi IAIN Mataram

0 komentar: