Rabu, 15 Desember 2010

IAIN MATARAM DALAM BAHAYA

INILAH wacana yang pantas terucap melihat kondisi IAIN Mataram saat ini, banyak hal yang terjadi belakang ini membuat orang berdiam diri sampai-sampai terlena akan kejangalan yang terjadi. Berawal dari miss komunikasi para pejabat yang ada kampus ini membuat semua posisi menjadi goyah ibarat bumi diterjang badai. Bagaimana tidak ?. Kita melihat segala proses yang seharusnya bisa diselesaikan secepatnya harus menunggu tak tau sampai kapan waktunya.
Berawal dari proses pemilihan rektor yang sampai saat ini masih menjadi masalah membuat para pejabat kampus bermain Pentak Umpat seolah tidak tau dengan masalah yang terjadi. Orang-orang sampai sekarang belum mampu menerima kenyataan yang sudah didepan mata. Malah berbalik arah, ketika mahasiswa menyuarakan inspirasi. penekana pun terjadi di intal mahasiswa karena dianggap bermain dalam proses ini, padahal mahasiswa hanya sebagai korban dari permainan mereka yang sampai sekarang melakukan kegiatan yang tak jelas.
Sebentar lagi tahun gili berganti proses yang dijalankan belum membuahkan hasil yang mampu mengangkat nama baik IAIN Mataram ke arah yang lebih baik.
Belum lagi dengan proses pemilihan Dekan ditingkat fakultas yang terjadi akhir ini mendapat tantangan besar terhadap keputus yang dikeluarkan oleh ketua Senat Institut dengan nomor: In.12/Kp.07/SENAT/210 Menyatakan tentang himbauan terhadap penundaan proses pemilihan DEKAN se-IAIN Mataram karena dianggap belum memenuhi syarat. Padahal ditingkat fakultas sendiri sudah terbentuk kepanitian yang dibentuk oleh senat ditingkat masing-masing fakultas dilngkungan IAIN Mataram yang dimotori oleh Dekan yang masih menjabat, terkait dengan itu hasil wawancara dengan mantan rektor pada sore hari sebelum serah terima jabatan dengan rektor baru ( Pgs rektor baru ) didepan ruangan bahwa masa berakhirnya jabatan Dekan Fakultas dilingkungan IAIN Mataram priode 2005 / 2010 pada tanggal 13 Desember 2010 (SK REKTOR IAIN MATARAM ), padahal ini merupakan momentum untuk terwujudnya pemimpin ditingkat fakultas.
Dengan penundaan ini menyebabkan kurangnya pendewasaan dalam pengambilan kebijakanyang semestinya bisa selesai dengan cepat melainkan terhambat karena persoalan teknis yang harus menunggu kordinasi dengan kementerian Agama RI di Jakarta. Dalam pembacaan saya timbul sebuah Perkiraan yang menyebabkan terjadinya miss komunikasi antara Senat Fakultas, Panitia Pelaksana Pemilihan Dekan dengan Senat Institut yang menyebabkan terjadinya kemunduran yang tinggal menghitung hari.
Menurut informasi yan terakhir saya himpun bahwa ada salah satu fakultas dilingkungan IAIN Mataram melakukan penolakan terhadap keputusan yang dikeluarkan oleh ketua senat Istitut terhadap proses pemilihan dekan sampai-sampai panitia pelaksana mengundurkan diri. Ini aneh terjadi orang yang sudah siap melaksanakan tapi kok mengundurkan diri. Sehingga jangan heran ketika terjadinya anggapan dari mahasiswa ini bukan propokasi dari orang yang ada dikampus ini tapi ini timbul dari diri saya secara pribadi dengan melihat kondisi yang terjadi. Kalau bahasa kasar / bodoh kita adalah mahasiswa yang sudah sepantasnya berbuka mata dari tidur kita demi menghadang serta melawan orang-orang yang bermain dan tidak sesuai dengan akhlak yang terjadi di IAIN Mataram.
Padahal IAIN Mataram menjadi tongkat kemajuan islam diwilayah NTB tapi malah menghasilkan serta mengeluarkan bauh yang tidak sedat dimata masyarakat. Jadi jangan heran ketika terjadi sesuatu dikampus ini karena di sebabkan oleh para pejabat yang akan rakus dengan jabatan tanpa mementingkan kepentingan mahasiswa.dan ini pembelajaran kebodohan terhadap proses perkuliahan yang terjadi. Kalau para pemimpin baik akan menghasil mahasiswa yang baik juga.
Kini saatnya kita sebagai mahasiswa bangun dan berjuang bersama-sama tanpa memandang golongan atau organ kerena kalau lembaga ini rusak kita kita bisa dibantu oleh kerakusan mereka yang tidak berpihak pada mahasiswa saat ini. Memang mereka adalah guru atau dosen kita yang harus kita patuhi dan kita taati tapi kalau berlebihan apakah kita akan berdiam membisu hanya bisa melihat tapi gak mau berbuat. Saya yakin teman-teman mahasiwa pasti tau akan hal ini tapi takut dengan yang namanya senior, alumni ataupun rekan-rekan kalian yang sedang masuk dalam permainan ini,,,,suara hati ku mengatakan tidak sepantasnya kita seperti itu, kita juga menyadari bahwa perjalanan hidup kita masih panjang dia bisa kenapa kita tidak bisa...!!!!!.
Ini sebuah tantangan besar yang harus kita selesaikan bersama-sama. Mari kita bangun dari dari tempat tidur kita dan kita belajar dari sejarah mahasiswa yang sebenarnya seperti masa tumbangnya Masa Orde Baru (1998 ), mahasiswa memiliki pendirian yang kuat yang tidak mampu dikalahkan oleh apapun walaupun nyawa taruhannya sehingga sampai sekarang ini kita bebas dalam berbuat. Tapi malah sebaliknya perjuangan yang telah diperjuangkan malah berbalik 90% menjadi pengecut yang hanya bisa menjilat tak mau tau yang penting kenyang. Mari kita berjuang bersama-sama memberantas yang salah dan mendukung yang benar.
Mahasiswa yang sejati adalah mahasiswa yang mampu berbuat tanpa pandang bulu demi masa depan yang gemilang.

0 komentar: