Senin, 13 Desember 2010

Bangga Menjadi Orang NTB

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis dengan judul bangga menjadi orang NTB . Dalam rangka  merayakan HUT NTB ke-52.
            Belajar dari pengalaman penulis, mencurahkan sebuah pemikiran yang berawal dari diskusi dengan teman-teman baik di dalam kampus maupun diluar kampus demi menemukan ide-ide baru sebagai pondasi kemajuan Nusa Tenggara Barat, sehingga mampu membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat NTB.
            Penulis berharap dengan tulisan ini memberikan masukan serta pembaharuan bagi orang yang membaca dan terutama pemerintah NTB dalam memberikan serta memperjuangkan amanah rakyat dengan baik serta mampu membawa perubahan bagi NTB kedepannya. Namun penulis menyadari segala bentuk keterbatasan baik dari segi kesalahan maupun yang lainnya, hanya sebagai bentuk motivasi penulis dalam mengeluarkan ide ataupun gagasan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan..Semoga tulisan  ini berguna bagi penulis dan bagi masyarakat NTB pada umumnya.

Mataram, 12 Desember 2010
         Penulis


      HAMDAN




BAB I
PENDAHULUAN

  1. A.           Latar Belakang
Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang berada dibagian timur negara kesatuan Indonesia, dimana di provinsi NTB terdapat dua pulau besar yaitu pulau Lombok yang dikenal dengan pulau seribu masjid dan pulau Sumbawa yang saat ini ngetren dengan sebutan pulau emas. Maka dengan hal itu  penulis mencoba mengkaji tentang persoalan yang menjadi kajian tentang kebanggaan menjadi warga masyarakat Nusa Tenggara Barat baik dari sosial ekonomi, sosial keagamaananya. Apalagi yang perlu difokuskan adalah masalah pembangunan baik SDM maupun dari sistem yang lainnya.
Berbicara tentang pembangunan, sering muncul pertanyaan, untuk siapakah pembangunan dilakukan? Apakah pembangunan untuk manusia, atau manusia untuk pembangunan? Apakah pembangunan hanya untuk sekelompok tertentu saja? Yang pasti jawabannya adalah Pembangunan untuk Semua” (Development for All). Esensi “Pembangunan untuk Semua”, yang berkeadilan dan merata, adalah pada strategi pembangunan yang menitik-beratkan pada kemajuan kualitas manusianya. Manusia NTB bukan sekedar obyek pembangunan, melainkan justru subyek pembangunan. Sumber daya manusia menjadi aktor dan sekaligus fokus tujuan pembangunan, sehingga dapat dibangun kualitas kehidupan manusia NTB yang kian hari makin baik. Untuk itu, “Pembangunan untuk Semua” selalu memberikan prioritas yang sangat tinggi pada aspek pendidikan, kesehatan, dan pendapatan serta lingkungan kehidupan yang lebih berkualitas. Yang dimaksud dengan lingkungan, di samping lingkungan hidup yang sehat dan lestari, juga adalah lingkungan sosial, politik dan keamanan yang tertib, aman, nyaman dan demokratis.
keserasian dan keseimbangan antar pertumbuhan dan pemerataan, atau Growth with Equity. Strategi demikian juga merupakan koreksi atas kebijakan pembangunan terdahulu, yang dikenal dengan trickle down effect. Strategi trickle down effect mengasumsikan perlunya memprioritaskan pertumbuhan ekonomi terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan pemerataan. Dalam kenyataannya di banyak negara, termasuk di Indonesia, teori ini gagal menciptakan kemakmuran untuk semua.
Karena itulah, untuk mewujudkan pembangunan dan pemerataan secara bersamaan, sejak awal saya sudah menetapkan triple track strategy, yaitu strategi yang pro-growth, pro-job, dan pro-poor dalam pembangunan ekonomi. Dengan triple track strategy ini,  pembangunan ekonomi nasional dilakukan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melalui peningkatan investasi dan perdagangan dalam dan luar negeri. Pembangunan ekonomi juga ditujukan untuk  menciptakan lapangan kerja dengan memutar sektor riil, dan bersamaan dengan itu, pembangunan ekonomi di fokuskan untuk mengurangi kemiskinan melalui kebijakan revitalisasi pertanian dan pedesaan, serta program-program pro-rakyat.
Hal ini yang dilakukan oleh pemerintah yang ada di Nusa tenggara barat untuk selalu melihat kondisi rill yang ada ditengga masyarakat, karena belum tentu apa yang diingginkan oleh masyarakat di terima oleh para dinas terkait sehingga hal itu membutuhka peran serta perhatian dari pemerintah yang ada diwilayah ini yaitu gubernur Nusa Tenggara Barat yang diamatkan oleh rakyat.
  1. B.            Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah untuk menjadi sub pokok pembahasannya :
a)             Mampukah NTB memberikan kebanggaan tersendiri kepada masyarakatnya ?
b)             Pembangunan seperti apa yang  membuat masyarakat bangga menjadi warga NTB ?
c)             Bagaimana sosial masyarakat yang ada di NTB ?



  1. C.             TUJUAN

Ada pun tujuan dari karya tulis ini adalah :
  • Memberikan suport kepada pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menjalankan amanah rakyat.
  • Memberikan masukan kepada pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terhadap kemajuan daerah itu sendiri.
  • Membangun rasa kebersamaan dalam membangun NTB yang dikenal dengan selogan “ NTB BERDAYA SAING “
  • Membangun komitmen bersama dalam pembangunan NTB ke arah yang lebih baik
  • Mengasa kemampuan elemen masyarakat terhadap laju pembangunan. Pemberdayaan demi kesejahteraan masyarakat NTB. 

BAB II
PEMBAHASAN

Pembangunan yang dilaksanakan selama ini telah menghasilkan perkembangan daerah yang cukup tinggi, namun ma­sih ada masalah-masalah yang masih memerlukan perhatian.
Persebaran penduduk yang belum seimbang merupakan masalah Prasarana dan sarana perhubungan yang sudah banyak meng­alami kemajuan masih perlu ditingkatkan untuk mengimbangi me­ningkatnya arus barang dan orang sebagai akibat meningkatnya kegiatan-kegiatan perdagangan antar daerah, kegiatan ekspor dan kegiatan pariwisata.
Tingkat pelayanan perhubungan laut masih perlu diting­katkan, terutama dengan peningkatan pembangunan prasarana dan penyediaan sarana pendukungnya seperti dermaga, gudang dan fasilitas keselamatan pelayaran. Masalah yang sama dihadapi pula oleh perhubungan udara. Fasilitas perhubungan udara, se­perti fasilitas landasan, terminal dan keselamatan penerbang­an, masih perlu ditingkatkan.
Pengembangan kegiatan kepariwisataan di daerah Nusa Tenggara Barat juga masih memerlukan peningkatan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pariwisata seperti sarana dan prasarana perhubungan, akomodasi dan telekomunikasi.
Di bidang pendidikan sarana dan prasarana pendidikan, seperti ruang kelas, ruang praktek, ruang laboratorium, per­pustakaan, buku dan guru, baik di tingkat SD, SMTP, SMTA maupun Perguruan Tinggi masih perlu ditingkatkan untuk menghadapi meningkatnya volume kegiatan pendidikan dan kebutuhan untuk menghasilkan lulusan pendidikan yang mutunya memadai.
Dalam bidang kesehatan masih diperlukan peningkatan pe­layanan kesehatan, khususnya dalam pengadaan vaksinasi, pem­berantasan penyakit menular, antara lain melalui penambahan puskesmas keliling, fasilitas rumah sakit, serta tenaga medis dan paramedis.
Hal lain yang dihadapi ialah perlunya peningkatan pe­ran serta lembaga swadaya masyarakat dan lembaga sosial lain­nya dalam pelaksanaan pembangunan di daerah. Di samping itu juga masih perlunya usaha perkoperasian didorong agar dapat lebih mandiri dan makin berperan dalam pembangunan perekonomian daerah terutama di pedesaan.
Penataan ruang dan pertanahan di Propinsi Nusa Tenggara Barat masih menghadapi berbagai masalah yang menimbulkan kesu­litan bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan koordinasipembangunan, pengendalian penggunaan ruang dan pengendalian pemanfaatan sumber daya alam Rencana Umum Tata Ruang kabupa­ten, kotamadya dan kawasan-kawasan pengembangan industri dan pariwisata masih belum tersedia sebagaimana mestinya. Meka­nisme dan pengendalian penggunaan ruang terutama di daerah perkotaan masih belum mantap. Sehingga Pembangunan di daerah Nusa Tenggara Barat merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dan bertumpu pada Trilogi Pembangunan. Makin berhasil pelaksanaannya akan makin nyata dukungannya kepada peningkatan ketahanan nasional dan pemantapan perwujudan wawasan nusantara dan berdampak terhadap keinginan masyarakat kearah yang lebih baik.
Sesuai dengan prioritas pembangunan, bahwa pembangunan daerah Nusa Tenggara Barat diarahkan pada pening­katan perkembangan sektor pertanian dan sektor industri disertai peningkatan penguasaan dan kualitas teknologi, sehingga dapat memberikan sumbangan yang optimal kepada pertumbuhan produksi daerah, peningkatan mutu produksi, ekspor dan peme­rataan hasil-hasil pembangunan di daerah tersebut. Di samping itu pembangunan sektor sosial, kependudukan dan ekonomi lainnya yang secara keseluruhan dilakukan secara terpadu dalam rangka pembangunan wilayah, juga diarahkan kepada peningkatan kualitas, pertumbuhan dan pemerataan yang optimal, perluasan kesempatan kerja dan berusaha, peningkatan pendapatan nyata, kesejahteraan serta taraf hidup seluruh lapisan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi daerah Nusa Tenggara Barat selama ini diharapkan dapat dicapai terutama melalui peningkatan produksi dan perubahan teknologi di sektor pertanian dan industri serta peningkatan penyediaan jasa yang secara keseluruhan berorientasi pada peningkatan kesempatan kerja di berbagai sektor. Kebijaksanaan pemerataan pembangunan yang telah ditempuh akan dilanjutkan dan di­tingkatkan agar perbaikan taraf hidup, kecerdasan dan kese­jahteraan semakin nyata dapat dirasakan oleh seluruh masyara­kat, dan kemajuan yang serasi antar wilayah di daerah Nusa Tenggara Barat serta antara daerah Nusa Tenggara Barat dan daerah-daerah lain di Indonesia makin dapat diwujudkan.
Atas dasar arah kebijaksanaan tersebut di atas dan mem­perhatikan masalah-masalah yang dihadapi serta potensi dan prioritas daerah, langkah-langkah kebijaksanaan pembangunan daerah Nusa Tenggara Barat yang akan dikembangkan  dalam sektor pertanian dalam arti luas akan dilanjutkan dengan tujuan meningkatkan produksi dan me­mantapkan swasembada pangan, meningkatkan pendapatan para pe-tani, memperluas kesempatan kerja, memenuhi kebutuhan industri akan bahan baku, dan untuk membantu peningkatan ekspor. Dalam rangka mendukung terwujudnya keseimbangan antara indus­tri dan pertanian dalam struktur ekonomi nasional, usaha pem­bangunan dan pengembangan sektor industri, terutama agro­industri, juga terus didorong. Iklim berusaha yang lebih men­dorong partisipasi swasta dalam kegiatan pembangunan akan di­usahakan melalui berbagai usaha pemberian informasi dan kemu­dahan. Di samping itu akan dilakukan kegiatan-kegiatan promo­si untuk merangsang pihak swasta agar bersedia melakukan in­vestasi di daerah Nusa Tenggara Barat.
Sejalan dengan upaya untuk meningkatkan produkdang pertanian dan industri, upaya peningkatan prasarana dan sarana perhubungan, komunikasi, peningkatan efisiensi dalam bidang perdagangan melalui bimbingan dan penyuluhan, penyem­purnaan sistem informasi pasar dan penyempurnaan sistem ang-kutan akan ditingkatkan. Upaya ini dilakukan dengan mengikut­sertakan dan mendorong prakarsa pengusaha-pengusaha swasta.
Dalam rangka memperluas lapangan kerja juga akan diusa­hakan agar dalam pelaksanaan pembangunan di daerah diterapkan pola investasi yang menyerap banyak tenaga kerja. Di samping  itu juga akan diarahkan agar dalam kegiatan-kegiatan mengolah sumber daya alam tetap dipenuhi persyaratan kelestarian ling­kungan.
Bersamaan dengan itu usaha koperasi akan terus didorong agar dapat makin mandiri dan dapat lebih berperan dalam pem­bangunan di daerah. Begitu pula dalam pembangunan di daerah ini akan terus dikembangkan iklim yang dapat mendorong lemba­ga swadaya masyarakat untuk lebih banyak berpartisipasi. Upaya untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan masya­rakat Nusa Tenggara Barat akan dilanjutkan. Sejalan dengan itu peningkatan penyuluhan dan penyediaan berbagai fasilitas pelayanan masyarakat, baik di bidang pendidikan, di bidang kesehatan maupun di bidang sosial lainnya, akan diusahakan agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Mutu pendidikan dan keterampilan penduduk ditingkatkan melalui berbagai kegiatan pelatihan dan peningkatan pendidikan formal yang di­arahkan agar sebagian dari peningkatan jumlah tenaga kerja yang berasal dari pertambahan penduduk di pedesaan akan lebih mampu bertani dengan cara-cara yang lebih maju dan agar sebagian dari mereka akan lebih mudah memperoleh Untuk mempertahankan kemampuan prasarana dan sarana per­tanian, pendidikan, kesehatan dan perhubungan yang ada, ke­giatan operasi dan pemeliharaannya akan ditingkatkan. Dalam hubungan ini partisipasi masyarakat akan ditingkatkan antara lain melalui pembayaran iuran pemakaian air irigasi dan ge­rakan gotong royong.
Selanjutnya dalam rangka lebih memeratakan pembangunan, perhatian khusus akan diberikan kepada daerah yang relatif tertinggal, daerah kritis dan daerah padat penduduk. Sejalan dengan itu pembangunan masyarakat desa akan terus ditingkat­-kan. Pembangunan daerah perkotaan akan dilanjutkan pula seca­ra terencana dan terpadu dengan memperhatikan perkembangan penduduk dan kepentingan mereka agar dapat menjamin lingkung­an yang sehat untuk hidup, bekerja dan berusaha. Dengan pem­bangunan yang serasi antara desa dan kota maka diharapkan arus urbanisasi dapat dikendalikan.
Untuk mengurangi tingkat pertumbuhan dan ketidakseim­-bangan kepadatan penduduk di daerah Nusa Tenggara Barat akan ditempuh berbagai kebijaksanaan seperti peningkatan program keluarga berencana dan langkah-langkah yang dapat mendorong perpindahan penduduk antara lain melalui pembangunan perta­nian di kabupaten-kabupaten yang kurang penduduk terutama me lalui program transmigrasi lokal. Sejalan dengan itu akan dilaksanakan secara selektif pengembangan daerah berpotensi yang terisolasi, baik yang berlokasi di wilayah pedalaman maupun di wilayah pantai.
Pembangunan pedesaan diarahkan agar mampu menyerap per­tambahan tenaga kerja yang terjadi dan dengan demikian dapat mengurangi derasnya arus urbanisasi. Sejalan dengan itu pe­ngembangan kota sedang dan kecil akan ditingkatkan untuk mem­bantu mengurangi derasnya arus urbanisasi ke kota-kota besar. Sementara itu pengembangan iklim usaha yang mendorong pertum­buhan sektor informal di kota akan ditingkatkan.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pembangunan akan dilakukan pula lang­kah-langkah pendayagunaan aparatur. Hal tersebut antara lain meliputi upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Upaya ini dijalankan melalui penggalian dan pengerahan poten­si sumber pendapatan baru sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku dan tidak menghambat perkembangan dunia usaha. Dalam hubungan ini diusahakan penyempurnaan mekanisme perpajakan dan retribusi daerah, peningkatan kemampuan aparat pemerintah daerah di dalam memungut pajak dan retribu­si daerah, dan peningkatan hasil pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bersamaan dengan itu usaha-usaha untuk mendo-rong agar swasta lebih berpartisipasi dalam membiayai kegiatan pembangunan di daerah akan ditingkatkan pula. Di samping itu akan dilanjutkan pula program pendidikan dan pelatihan pegawai, penyempurnaan sistem informasi, komunikasi, kerja sama, koordinasi, dan penyederhanaan prosedural. Langkah­-langkah tersebut diharapkan dapat lebih memantapkan usaha un­tuk mewujudkan otonomi daerah yang nyata, dinamis dan ber­tanggung jawab yang pelaksanaannya bertitik berat pada Daerah Tingkat II atau kabupaten kota yang ada diwilayah provinsi Nusa Tenggara Barat.
Begitu juga sosial keagamaan yang ada di daerah ini perlu juga diperhatikan,  Sementara itu penerangan dan bimbingan hidup beragama terus ditingkatkan, terutama bagi masyarakat-masyarakat khu­sus. Dalam rangka peningkatan mutu perguruan agama yang meliputi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) akan ditingkatkan dan disempurna prasarana dan sarana perguruan yang ada. Di samping itu akan disediakan juga bantuan bagi perguruan agama swasta dengan keseimbangan yang dimiliki oleh alumni yang ada Dalam rangka pengembangan perguruan tinggi agama.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

  1. A.                        KESIMPULAN

Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang berada dibagian timur negara kesatuan Indonesia, dimana di provinsi NTB terdapat dua pulau besar yaitu pulau Lombok yang dikenal dengan pulau seribu masjid dan pulau Sumbawa yang saat ini ngetren dengan sebutan pulau emas. Maka dengan hal itu  penulis mencoba mengkaji tentang persoalan yang menjadi kajian tentang kebanggaan menjadi warga masyarakat Nusa Tenggara Barat baik dari sosial ekonomi, sosial keagamaananya. Apalagi yang perlu difokuskan adalah masalah pembangunan baik SDM maupun dari sistem yang lainnya.
keserasian dan keseimbangan antar pertumbuhan dan pemerataan, atau Growth with Equity. Strategi demikian juga merupakan koreksi atas kebijakan pembangunan terdahulu, yang dikenal dengan trickle down effect. Strategi trickle down effect mengasumsikan perlunya memprioritaskan pertumbuhan ekonomi terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan pemerataan. Dalam kenyataannya di banyak negara, termasuk di Indonesia, teori ini gagal menciptakan kemakmuran untuk semua.
Pembangunan yang dilaksanakan selama ini telah menghasilkan perkembangan daerah yang cukup tinggi, namun ma­sih ada masalah-masalah yang masih memerlukan perhatian. Seperti Persebaran penduduk yang belum seimbang merupakan masalah Prasarana dan sarana perhubungan yang sudah banyak meng­alami kemajuan masih perlu ditingkatkan untuk mengimbangi me­ningkatnya arus barang dan orang sebagai akibat meningkatnya kegiatan-kegiatan perdagangan antar daerah, kegiatan ekspor dan kegiatan pariwisata.
Tingkat pelayanan perhubungan laut masih perlu diting­katkan, terutama dengan peningkatan pembangunan prasarana dan penyediaan sarana pendukungnya seperti dermaga, gudang dan fasilitas keselamatan pelayaran. Masalah yang sama dihadapi pula oleh perhubungan udara. Fasilitas perhubungan udara, se­perti fasilitas landasan, terminal dan keselamatan penerbang­an, masih perlu ditingkatkan.
  1. B.                         SARAN

Pemerintah daerah dalam hal ini dipegang oleh Gubernur selaku kepala daerah yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk lebih pro-aktif dalam melihat  serta menjalankan amah rakyat dan menjalankan janji yang di keluarkan dalam kampaye dulu. Maka dalam momentum HUT NTB ke-52 mampu keluar dari jeratan kemiskinan, keterbelakangan untuk mengejar ketertingggalan.

DAFTAR PUSTAKA

Buletin Waya, edisi II, Oktober 2003
Suharto, Edi. Analisi Kebijakan Publik. Bandung : Alfabeta, 2005
Refika Aditama. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung : 2005
Soetomo. Strategi-Strategi Pembangunan Masyarakat. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2006
Suaeb Qury, Kaum Muda Berdayasaing ( Sketsa dan Gerakan ). PUSPABLIK NTB. 2010
               Gema Pembangunan NTB, Mataram : Humas Pemda, 2008
Ade Alimah, Sudahkah Masyarakat Berdaya ? Mataram. 2010

0 komentar: